GMIM Nafiri Malalayang, Jadi Pilot Project Kolaborasi DP3A Manado dengan Lembaga Agama

berita terbaru, Manado1251 Dilihat
Kepala Dinas P3A Manado Dra Neivy Lenda Pelealu,M.Si saat memberikan materi di Gereja GMIM Nafiri Malalayang Satu didampingi oleh Sekertarus DP3A Pinkan Matindas,S.Pi

MONITORSULUT,MANADO – Untuk mewujudkan Manado sebagai Kota Layak Anak tahun 2022,berbagai terobosan dan inovasi dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado bekerjasama dengan Komisi Pelayanan Anak dan Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM dengan mengadakan Deseminasi Gereja Ramah Anak, yang dilaksanakan di Gereja GMIM Nafiri Malalayang Satu sebagai Pilot project pertama kolaborasi pemerintah kota Manado lewat DP3A dengan lembaga masyarakat/lembaga agama, Sabtu (14/07).

Kegiatan Deseminasi Gereja Ramah Anak dibuka oleh Wakil Ketua GMIM Nafiri Malalayang Satu Pnt Mack Veden Mukuan.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado, Dra Lenda Neivy Pelealu,M.Si menyampaikan bahwa dilakukannya kegiatan ini adalah salah satu bentuk nyata masyarakat dalam hal ini lembaga agama yang memegang peranan penting untuk pemenuhan hak-hak anak melalui gereja, Selain itu, untuk mewujudkan lingkungan yang ramah anak sehingga responsif terhadap kondisi anak, khususnya soal kekerasan anak di Kota Manado.

“Gereja harus ramah anak dan jadikan Gereja sebaga Second Home untu anak anak kita, dimana mereka merasa terlindungi dan merasa nyaman karena anak memiliki harga diri yang besar. Selain itu, masa anak-anak adalah jendela emas yang tidak akan terulang dalam kehidupan manusia. Masa emas di mana seseorang belajar mengenal Tuhan dan rencana-rencanaNya”kata Lenda.

Sembari menambahkan bahwa Gereja juga memiliki peran penting dan strategis untuk bisa memberikan edukasi pola pengasuhan dalam keluarga sekaligus menjadi wadah bagi anak dan remaja dalam memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan positif, inovatif, dan kreatif yang aman dan nyaman.

“Gereja sebagai bagian dari unsur kelompok dalam masyarakat, memiliki kewajiban untuk turut serta dalam upaya Perlindungan anak. Gereja juga memiliki peran penting dan strategis dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya pengasuhan dalam keluarga, membuka ruang diskusi bagi anak-anak secara aman dan nyaman”,katanya.

Sementara Sekertaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado Pingkan Matindas,S.Pi yang menjadi moderator menyampaikan bahwa kegiatan ini di buat agar apa yang menjadi harapan bersama untuk menjadikan Kota Manado sebagai Kota Layak Anak (KLA) bisa terwujud, untuk itu DP3A Manado melakukan inovasi dan terobosan berjuang dengan tidak menggunakan anggaran pemerintah, tapi bagaimana menjalin jejaring lebih luas sehingga bisa terjadi kolaborasi dengan pihak gereja, dan untuk kolaborasi yang pertama ini kami pilih Gereja GMIM Nafiri Malalayang Satu sebagai Pilot project pertama untuk kegiatan.

“Karena Anak punya peran penting, anak adalah gereja masa kini dan gereja masa depan untuk itu kami berkomunikasi dengan Ketua jemaat GMIM Nafiri Malalayang 1, yang sekaligus Ketua Wilayah Manado Malalayang Timur Pdt.Eduard Arina Th,M untuk mengadakan kegiatan ini, dan Puji Tuhan ini bisa berlangsung dengan segala baik”,ungkap Matindas

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua jemaat GMIM Nafiri Malalayang 1, yang sekaligus Ketua Wilayah Manado Malalayang Timur Pdt.Eduard Arina Th,M , Pelayan- pelayan khusus Gereja Nafiri Malalayang Satu,Penasehat BPMJ,Ketua – ketua Kompelka ,Komisi Kerja,KP Lansia,Ketua Anak Sekolah Minggu Sandra R. Rarung Anggota Kompelka ASM,Ketua dan Kompelka Remaja,Ketua Kompelka Anak dari Kolom 1 – 18.

Narasumber Kepala Dinas P3A Manado,Ketua KPA Sinode GMIM,Ketua KPR Sinode GMIM,Sek Pokja Ramah Anak GMIM.(yulia)