Gempa 6,1 Magnitudo, Asisten II John Michael Toar Sondakh Pantau Situasi di BPBD Kota Bitung

Bitung40 Dilihat

Jhon Michael Toar Sondakh di ruang Command Center BPBD Kota Bitung.

MONITORSULUT, BITUNG — Pascagempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sempat memicu kepanikan warga, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bitung, John Michael Toar Sondakh, langsung turun melakukan monitoring di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Jumat (22/5/2026).

Kehadiran Michael Sondakh di ruang Command Center BPBD dilakukan untuk memastikan seluruh informasi terkait gempa dapat dipantau secara cepat, tepat, dan akurat demi menjaga kondisi masyarakat tetap kondusif.

“Beberapa menit yang lalu telah terjadi gempa, maka kami langsung datang ke Kantor BPBD di ruang Command Center supaya bisa termonitor informasi gempa yang terjadi. Nanti teknisnya akan dijelaskan teman-teman dari BPBD, berapa kekuatan tadi dan kemudian lokasi jaraknya,” ujar Michael Sondakh.

Sementara itu, Analis Kebencanaan BPBD Kota Bitung, Panji Siswoyo, menjelaskan bahwa gempa pertama berkekuatan 5,8 magnitudo dengan titik berada di sekitar wilayah Batang Dua, sekitar 124 kilometer arah tenggara Kota Bitung pada kedalaman 26 kilometer.

Tak berselang lama, gempa susulan kembali terjadi dengan kekuatan lebih besar, yakni 6,1 magnitudo. Guncangan kedua ini dirasakan lebih kuat hingga membuat sebagian warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Meski demikian, BPBD memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami sehingga masyarakat diminta untuk tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan.

“Gempa yang kedua memang sedikit lebih kuat dan membuat masyarakat panik, tetapi dari informasi yang diterima tidak berpotensi tsunami,” jelas pihak BPBD.

Michael Sondakh juga mengungkapkan bahwa pemerintah kecamatan bersama para lurah se-Kota Bitung saat ini terus melakukan pemantauan di wilayah masing-masing untuk memastikan kondisi warga tetap aman dan terkendali pascagempa.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, serta hanya mempercayai informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.

“Kami berharap tidak terjadi sesuatu yang berdampak bagi masyarakat. Karena dari informasi yang ada tidak berdampak tsunami, oleh karena itu masyarakat tetap tenang dan waspada. Kita berharap Kota Bitung dijauhkan dari marabahaya yang tidak kita inginkan,” tandasnya.