BI dan TNI AL Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat Dari Bitung ke Pulau Terluar

BITUNG, MONITORSULUT – Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara bersama TNI Angkatan Laut melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dari Dermaga 8 Samuel Languyu atau Sangla, Kota Bitung, Selasa (23/6/2026).

Ekspedisi selama tujuh hari ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh uang rupiah yang cukup dan layak edar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab BI dalam menjaga ketersediaan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol kedaulatan negara.
“Bank Indonesia memiliki tugas memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu wujud nyatanya melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat,” kata Joko saat pelepasan tim ekspedisi.

Menurut dia, pelaksanaan ekspedisi tidak hanya melibatkan Bank Indonesia dan TNI AL, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai penting karena distribusi uang ke pulau-pulau terluar, terdepan, dan tertinggal memiliki tantangan geografis serta membutuhkan dukungan transportasi laut.

Joko menyebut program Ekspedisi Rupiah Berdaulat telah dijalankan sejak 2012. Hingga 2026, Bank Indonesia tercatat telah melaksanakan sekitar 150 kegiatan ekspedisi yang menjangkau 766 pulau di wilayah 3T.

Melalui kegiatan ini, BI menyalurkan uang rupiah layak edar, menarik uang yang sudah tidak layak edar, serta memperluas akses masyarakat kepulauan terhadap layanan kas Bank Indonesia.

Sementara itu, Karo Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi atas sinergi Bank Indonesia dan TNI AL dalam menjaga akses masyarakat terhadap rupiah, termasuk di daerah yang sulit dijangkau.

Ia menegaskan kehadiran negara harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia tanpa membedakan jarak dan kondisi geografis wilayah.

“Rupiah sebagai mata uang resmi negara harus tetap tersedia bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau terluar,” ujarnya.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat dari diharapkan dapat memperkuat pemerataan distribusi uang rupiah di kawasan kepulauan Sulawesi Utara serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional.