Dies Natalis ke-63, Fakultas Peternakan UNSRAT Didorong Perkuat Peran dalam Ketahanan Pangan

 

MONITORSULUT,MANADO — Tantangan ketahanan pangan hewani menempatkan perguruan tinggi pada peran yang lebih luas daripada sekadar mencetak lulusan. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat perlu terhubung dengan kebutuhan pengembangan peternakan yang modern dan berkelanjutan.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Selasa (20/10/2026).

Dekan Fakultas Peternakan UNSRAT, Dr. Stanly O.B. Lombogia, S.Pt., M.Si., mengatakan perjalanan fakultas sejak berdiri pada 17 Agustus 1963 menjadi kesempatan untuk merefleksikan kontribusi yang telah diberikan sekaligus mengevaluasi pekerjaan yang masih perlu dilanjutkan.

Menurutnya, peringatan Dies Natalis tidak semestinya berhenti sebagai rutinitas tahunan, tetapi menjadi ruang untuk melihat kembali perkembangan fakultas dan arah kontribusinya ke depan.

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Rektor UNSRAT yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Ir. Arthur Pinaria, M.P., Ph.D. Ia mengajak Fakultas Peternakan terus memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan tersebut perlu disertai pembelajaran yang menghasilkan lulusan berintegritas, menguasai bidang keilmuan, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Dalam konteks peternakan, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung pengembangan sektor pangan hewani. Karena itu, penguatan pendidikan dan penelitian perlu berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia peternakan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara, Weldie Ruddy, S.P., M.A., mengharapkan Dies Natalis tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi dan mendukung ketahanan pangan hewani.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan peternakan yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. Kolaborasi berbagai pihak dinilai diperlukan untuk mendukung kemajuan Sulawesi Utara sekaligus mendorong cita-cita Indonesia menuju kemandirian pangan.

Memasuki usia ke-63, Fakultas Peternakan UNSRAT dihadapkan pada tantangan untuk terus memperkuat relevansi pendidikan dan pelaksanaan tridarma dengan kebutuhan sektor peternakan. Keterhubungan antara kompetensi lulusan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan hewani.