Dari Tanah Perantauan, Suara Mahasiswa Sulut Didengar Langsung Gubernur Yulius

MONITORSULUT——Kerinduan terhadap kampung halaman menjadi sisi emosional yang tak terhindarkan bagi mahasiswa asal Sulawesi Utara yang sedang menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta.

Di tengah perjuangan mereka meraih cita-cita di daerah rantauan, perhatian pemerintah provinsi menjadi dorongan moral yang sangat berarti.

Melalui pertemuan virtual yang dijembatani oleh Wenny Lumentut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyapa langsung para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan kebutuhan prioritas, terutama mengenai kondisi asrama yang dinilai belum ideal sebagai tempat tinggal selama menempuh studi.

Dalam dialog itu, Gubernur menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti permintaan serta keluhan mahasiswa, termasuk terkait fasilitas hunian.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk melakukan kunjungan langsung guna melihat kondisi lapangan serta memastikan perbaikan dapat segera dilakukan.

“Beliau ingin memastikan para mahasiswa bisa belajar dan tinggal dalam situasi yang nyaman. Pemerintah tidak akan menutup mata terhadap aspirasi ini,” ujar Wenny Lumentut menyampaikan pesan Gubernur.

Para mahasiswa yang mengikuti pertemuan daring tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat serta komitmen pemerintah. Mereka berharap langkah tersebut tidak sekadar bentuk perhatian, tetapi juga diikuti realisasi nyata agar dapat menunjang proses pendidikan mereka.

Saat ini diketahui terdapat dua asrama milik mahasiswa Sulut di Yogyakarta. Salah satu bangunan sudah direnovasi, sementara satu lainnya masih memerlukan penanganan serius akibat kondisi fisik yang rusak.

Dalam pesannya, Gubernur mengingatkan mahasiswa agar tetap fokus dan menjaga nama baik daerah, serta menjadikan iman dan karakter sebagai fondasi dalam menimba ilmu. Senada dengan itu, Wenny Lumentut turut memberikan dorongan moral.

“Tetap disiplin, giat belajar, dan jadilah pribadi yang bermanfaat bagi keluarga serta daerah. Landasan iman adalah pintu pertama menuju kecerdasan,” ujarnya.

(Yulia)