MONITORSULUT,MANADO – Upaya memperkuat kualitas layanan pasien penyakit ginjal di kawasan Indonesia Timur terus dilakukan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Dialisis bagi perawat dari berbagai rumah sakit dan klinik khusus dialisis.
Program pelatihan tersebut berlangsung intensif selama 94 hari dengan total 906 Jam Pelajaran (JPL).
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni 27 Oktober hingga 20 Desember 2025 dan dilanjutkan pada 5 Januari sampai 4 Maret 2026, dengan pusat kegiatan di RSUP Kandou Manado.
Sebanyak 19 perawat dari sejumlah rumah sakit di Sulawesi Utara hingga wilayah Indonesia Timur mengikuti pelatihan ini.
Peserta berasal dari berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RSUP Kandou Manado, RSUD Maria Walanda Maramis, RSUD dr. M. Haulussy Ambon, RS Dr. JH Awaloei, RSUD Clara Gobel, RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano, RS Hermana Lembean, RS Hermina Manado, Siloam Hospitals Manado, serta RSUD Abepura.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran komprehensif yang memadukan teori dan praktik klinis terkait layanan dialisis.
Materi yang diberikan mencakup terapi pengganti ginjal, asuhan keperawatan pra, intra, dan pasca hemodialisis, penanganan hemodialisis khusus, asuhan jangka panjang pasien hemodialisis, hingga pelayanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).
Selain itu, peserta juga dibekali materi tentang dialiser reprocessing serta edukasi kepada pasien dan keluarga dalam menjalani terapi dialisis.
Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan evaluasi. Sertifikat pelatihan diberikan melalui Learning Management System (LMS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. R. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga keperawatan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga mutu layanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan terapi dialisis.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme perawat dalam memberikan pelayanan dialisis yang aman, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai rumah sakit rujukan nasional di kawasan Indonesia Timur, RSUP Kandou berkomitmen terus menjadi pusat pendidikan dan pengembangan tenaga kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat.
(Yulia)
