MONITORSULUT,MANADO — Peluang pengembangan riset kelautan dan pertukaran mahasiswa menjadi bagian dari pembahasan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) bersama delegasi Konsulat-Jenderal Australia dan Australia Indonesia Institute (AII) dalam pertemuan di Kantor Rektorat UNSRAT, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan tersebut membuka ruang penjajakan kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, penelitian, pertukaran mahasiswa, serta peningkatan mutu akademik yang berorientasi internasional.
Rektor UNSRAT yang diwakili jajaran wakil rektor menyambut kunjungan delegasi Australia sebagai kesempatan untuk menjajaki pengembangan hubungan akademik yang lebih luas. Bagi perguruan tinggi, kerja sama lintas negara dapat menjadi salah satu jalur untuk memperluas jejaring keilmuan dan membuka peluang kolaborasi bagi sivitas akademika.
Salah satu bidang yang mengemuka dalam pembahasan adalah riset kelautan. Bidang ini menjadi bagian penting dalam penjajakan kerja sama yang dibicarakan kedua pihak, bersama peluang pertukaran mahasiswa dan pengembangan pendidikan tinggi.
Pembahasan tersebut juga mencakup kemungkinan penguatan hubungan akademik antara UNSRAT dan mitra dari Australia. Meski demikian, rincian program, bentuk pelaksanaan, serta jadwal realisasi kerja sama belum disebutkan dalam informasi yang tersedia.
Delegasi yang hadir terdiri atas perwakilan Australia Indonesia Institute, yakni Chair of the Board Lydia Marie Santoso, serta anggota dewan Robert Law Nathan, Armina Rosenberg, Elena Kate Williams, dan Robert Mark Gaspar. Turut hadir Karen Maric dari sekretariat AII.
Dari Konsulat-Jenderal Australia, hadir Konsul-Jenderal Sanchi Davis, Konsul Isaac Bennett, serta Cindy Rachmaningrum yang bertugas sebagai Research & Executive Assistant.
Kunjungan ini menjadi bagian dari penjajakan hubungan antara UNSRAT dan pihak Australia dalam bidang pendidikan serta penelitian. Tahap berikutnya yang penting adalah bagaimana pembahasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang jelas dan memberi manfaat bagi kegiatan akademik.
Bagi UNSRAT, peluang kolaborasi internasional tersebut dapat membuka ruang bagi pengembangan penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman akademik lintas negara apabila ditindaklanjuti melalui kesepakatan serta program yang konkret.
