Konektivitas Sangihe, Talaud dan Sitaro Jadi Fokus Pembahasan Trayek Kapal Perintis 2027

Sangihe15 Dilihat

MONITORSULUT,Sangihe- Konektivitas transportasi laut antarpulau di kawasan Nusa Utara menjadi perhatian dalam pembahasan rencana trayek kapal perintis tahun anggaran 2027. Persiapan ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Sitaro.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen, menjelaskan bahwa pembahasan trayek tersebut telah mulai dilakukan bersama pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta direktorat teknis terkait di tingkat kementerian.

Pertemuan berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Manado, dengan agenda membahas penyusunan jaringan pelayaran kapal perintis yang akan melayani wilayah kepulauan di bagian utara Sulawesi.

Menurut Meidfrid, koordinasi lintas instansi diperlukan agar perencanaan rute pelayaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan transportasi laut masyarakat, terutama di daerah kepulauan yang mengandalkan jalur laut sebagai sarana utama penghubung antardaerah.

“UPP Tahuna bersama Dinas Perhubungan Sangihe dan Dinas Perhubungan Provinsi Sulut serta direktorat teknis terkait sedang membahas trayek kapal perintis untuk tahun 2027,” ungkap Meidfrid saat diwawancarai di Kantor UPP Kelas II Tahuna, Senin (19/10/2026).

Ia menuturkan, hasil pembahasan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam proses penetapan jaringan trayek kapal perintis untuk tahun 2027.

Kejelasan rute dan jadwal pelayaran dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui layanan transportasi laut yang direncanakan, sekaligus membantu mendukung kelancaran mobilitas warga di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina.

Meidfrid berharap proses pembahasan yang dilakukan sejak dini dapat menghasilkan perencanaan trayek yang lebih terarah. Dengan demikian, informasi mengenai rute dan jadwal operasional kapal perintis dapat disampaikan secara jelas kepada masyarakat setelah penetapan resmi dilakukan.

Melalui koordinasi antara UPP Tahuna, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan instansi teknis terkait, penyusunan trayek kapal perintis 2027 diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarpulau serta menunjang kebutuhan transportasi masyarakat di Sangihe, Talaud, dan Sitaro.(Moy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *