QRIS Makin Sering Digunakan, Transaksi di Sulut Tembus 36,44 Juta pada Semester I 2026

MONITORSULUT, MANADO – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Utara terus menunjukkan peningkatan. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS di daerah ini mencapai 36,44 juta transaksi sepanjang Semester I 2026.

Angka tersebut mencerminkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Utara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto menyampaikan, hingga 30 Juni 2026 terdapat 387.182 merchant QRIS dan 597.907 pengguna QRIS di Sulawesi Utara.

Pada periode yang sama, nilai transaksi QRIS mencapai Rp3,85 triliun. Secara tahunan, volume transaksi tumbuh 34,10 persen, sementara nilai transaksi meningkat 30,95 persen.

Perkembangan tersebut disampaikan dalam sambutan Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara pada Puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) Sulawesi Utara 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Kuliner Kemerdekaan, Senin (17/8/2026).

Pertumbuhan volume transaksi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nilai transaksi menjadi salah satu gambaran meningkatnya aktivitas penggunaan QRIS dalam berbagai transaksi.

BI Sulawesi Utara juga mencatat tingginya aktivitas transaksi sepanjang rangkaian PQN Sulut 2026 yang berlangsung sejak 11 Agustus 2026. Selama sepekan kegiatan, tercatat lebih dari 250 ribu transaksi QRIS.

Rangkaian PQN tidak hanya diisi dengan sosialisasi dan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman penggunaan QRIS dalam berbagai kegiatan, termasuk QRIS Antarnegara dan QRIS TAP pada UMKM Expo di Tomohon International Flower Festival serta gamifikasi QRIS QUEST di Urban Digifest.

BI Sulawesi Utara menyebut perkembangan tersebut sejalan dengan posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi di kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) dengan tingkat adopsi digital yang tinggi.

Bank Indonesia menilai perluasan penggunaan QRIS perlu terus diarahkan agar memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Ke depan, BI Sulawesi Utara berharap ekosistem pembayaran digital dapat terus berkembang secara aman dan inklusif serta ikut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *