Dirut RSUP Kandou: Keselamatan Pasien Harus Jadi Budaya Setiap Tenaga Kesehatan

MONITORSULUT,MANADO – Keselamatan pasien harus menjadi prinsip utama dalam setiap pelayanan kesehatan. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan yang menjalani pendidikan maupun praktik di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado diingatkan agar menjadikan keselamatan pasien sebagai budaya kerja, bukan sekadar memenuhi standar pelayanan.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., saat membuka kegiatan Orientasi Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima, Selasa (28/7/2026).

Menurut Prof. Starry, sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus rumah sakit rujukan, RSUP Kandou memiliki tanggung jawab untuk mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan pasien.

“Rumah sakit merupakan institusi pelayanan publik yang memiliki tanggung jawab besar memberikan layanan kesehatan yang bermutu. Keselamatan pasien berada di atas segala-galanya dan seluruh pelayanan harus berorientasi pada pasien,” tegasnya.

Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan agar setiap tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan yang aman, profesional, serta sesuai standar.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Starry juga memperkenalkan penguatan peran RSUP Kandou sebagai rumah sakit pendidikan, termasuk keberadaan Gedung Kanker yang menjadi salah satu fasilitas unggulan untuk mendukung pelayanan sekaligus proses pendidikan tenaga kesehatan.

Selain meningkatkan kompetensi, peserta orientasi juga diingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga pasien.

Menurutnya, pelayanan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan klinis, tetapi juga oleh sikap yang ramah, empati, dan menghargai setiap pasien.

“Di mana pun nantinya kalian ditempatkan, terapkan budaya senyum, sapa, salam, sopan, santun, dan sabar. Layani pasien secara profesional dengan komunikasi yang ramah, penuh empati, dan menghargai setiap orang yang datang untuk mendapatkan pelayanan,” pesannya.

Prof. Starry berharap seluruh peserta mengikuti proses orientasi dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika profesi selama menjalankan tugas di lingkungan RSUP Kandou.

Kegiatan orientasi tersebut turut dihadiri Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou, dr. Yune Laukati, MARS, Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Frets Melope, SE., M.Si., bersama jajaran penyelenggara dan peserta pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *