MONITORSULUT, MANADO – Berbagai langkah yang ditempuh Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya tercermin dari kembali masuknya aliran modal asing (capital inflow) ke Indonesia yang hingga Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp105 triliun.
Data tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, saat memaparkan perkembangan ekonomi nasional dalam kegiatan Bincang Media SENJA (Sinergi dan Jalin Kolaborasi Bersama Media) di Lantai 3 Kantor BI Sulut, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Joko, masuknya kembali investasi asing merupakan sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih tetap kuat, meskipun dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, tingginya suku bunga global, serta penguatan dolar Amerika Serikat.
“Capital inflow yang masuk hingga saat ini mencapai sekitar Rp105 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aliran modal tersebut terdiri atas investasi pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sekitar Rp72 triliun serta investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp33 triliun.
Menurut Joko, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, termasuk penyesuaian suku bunga acuan, penguatan instrumen SRBI, intervensi di pasar valuta asing, serta berbagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa investor masih memandang Indonesia sebagai negara yang memiliki fundamental ekonomi yang baik serta kebijakan yang kredibel,” katanya.
Selain menarik kembali aliran modal asing, berbagai kebijakan tersebut juga berkontribusi terhadap penguatan nilai tukar rupiah. Joko menyebut rupiah sempat menguat ke kisaran Rp17.976 per dolar Amerika Serikat setelah sebelumnya mengalami tekanan hingga mendekati Rp18.131 per dolar AS.
Melalui kegiatan Bincang Media SENJA, Bank Indonesia berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat kepada masyarakat sehingga berbagai kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dapat dipahami secara utuh.
