MONITORSULUT,Sangihe- Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mewujudkan visi pembangunan daerah melalui program Sapta Membara terus diwujudkan melalui langkah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu fokus utama yang saat ini terus didorong adalah pengembangan subsektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis potensi lokal kepulauan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari, berbagai program strategis terus diakselerasi guna meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Subsektor perkebunan menjadi salah satu prioritas karena memiliki peran penting dalam menopang kehidupan ribuan petani di wilayah Kepulauan Sangihe.
Melalui dukungan pemerintah pusat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kabupaten Kepulauan Sangihe mendapatkan alokasi sejumlah program pengembangan perkebunan yang mencakup perluasan dan rehabilitasi tanaman pala, penataan sagu, serta peremajaan tanaman kelapa.
Program-program tersebut merupakan bagian dari implementasi Sapta Membara, khususnya pada pengembangan subsektor unggulan daerah yang berorientasi pada optimalisasi sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe Franky Natingkaseh, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah menyelesaikan proses identifikasi dan verifikasi kelompok tani calon penerima manfaat guna memastikan seluruh program dapat terlaksana secara tepat sasaran.

Menurutnya, komoditas pala, kelapa, dan sagu merupakan aset ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat Sangihe sehingga perlu mendapatkan perhatian serius melalui berbagai program pengembangan.
“Program ini sangat sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui Sapta Membara. Pala, kelapa, dan sagu merupakan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi sumber penghidupan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujarnya.
Tahun ini, Kabupaten Kepulauan Sangihe memperoleh alokasi program perluasan dan rehabilitasi tanaman pala dengan total luasan mencapai 800 hektare. Sebanyak 600 hektare diperuntukkan bagi perluasan areal tanam baru, sementara 200 hektare lainnya dialokasikan untuk rehabilitasi tanaman pala guna meningkatkan produktivitas kebun masyarakat.
Program perluasan pala akan dilaksanakan di tujuh kecamatan, yakni Tabukan Tengah, Tamako, Manganitu, Tabukan Utara, Kendahe, Tahuna Barat, dan Tahuna Timur, yang terdiri dari 45 kelompok. Sedangkan rehabilitasi tanaman pala akan difokuskan di Kecamatan Tamako, Tabukan Tengah, dan Tahuna Timur dengan melibatkan 20 kelompok tani.
Selain pala, pemerintah juga mengalokasikan program penataan sagu seluas 200 hektare. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekonomi maupun budaya masyarakat kepulauan.
Tak kalah penting, program peremajaan tanaman kelapa seluas 300 hektare juga akan dilaksanakan di 10 kecamatan dengan melibatkan 19 kelompok tani. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman kelapa yang telah berusia tua sehingga dapat memberikan hasil yang lebih optimal bagi petani.

Pemerintah daerah meyakini bahwa keberhasilan program-program tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.
“Potensi perkebunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe sangat besar. Karena itu kami terus berupaya menghadirkan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” tambah Natingkaseh.
Kegiatan Bidang Peternakan untuk Kesehatan Masyarakat Veteriner
Selain fokus pada pengembangan perkebunan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pertanian juga terus memperkuat Subsektor peternakan melalui pelaksanaan vaksinasi rabies bagi hewan penular rabies, khususnya anjing dan kucing.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit rabies sekaligus menjaga kesehatan hewan peliharaan. Hingga saat ini, sekitar 607 ekor hewan telah berhasil mendapatkan vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi ditargetkan menjangkau 12 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sejumlah wilayah yang telah mendapatkan layanan vaksinasi antara lain Kampung Pempalaraeng dan Kampung Mohong Sawang di Kecamatan Kendahe, Kelurahan Kolongan Akembawi di Kecamatan Tahuna Barat, serta Kelurahan Soataloara II di Kecamatan Tahuna.
Program vaksinasi akan terus dilanjutkan ke berbagai wilayah lainnya sesuai jadwal yang telah disusun oleh Dinas Pertanian.
“Rabies merupakan penyakit yang berbahaya sehingga pencegahan menjadi prioritas. Kami mengajak masyarakat yang memiliki anjing maupun kucing untuk mendukung program vaksinasi ini agar penyebaran rabies dapat dicegah dan masyarakat merasa lebih aman,” ungkap Natingkaseh.
Wujud Nyata Sapta Membara untuk Ekonomi Rakyat
Berbagai program yang tengah dijalankan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mengimplementasikan Sapta Membara sebagai arah pembangunan daerah yang berpihak kepada masyarakat.
Melalui penguatan sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan produktivitas komoditas unggulan daerah, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki daerah kepulauan secara optimal, Pemkab Sangihe optimistis kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat seiring tumbuhnya sektor-sektor produktif yang menjadi kekuatan utama pembangunan daerah. Sapta Membara pun terus diwujudkan melalui program-program nyata yang menghadirkan manfaat langsung bagi rakyat dan mendorong kemajuan Kabupaten Kepulauan Sangihe di masa depan. (Moy/Advetorial)
