DP3A Manado Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Cegah KtPA dan TPPO

MANADO — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado menggelar Kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Selasa, 22 April 2026 di GMIM Syallom Paniki.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, aparat penegak hukum, lembaga layanan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun TPPO.

Melalui pertemuan tersebut, DP3A Kota Manado mendorong peningkatan koordinasi lintas sektor agar penanganan kasus dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan berpihak pada korban. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang penyamaan persepsi terkait langkah pencegahan, alur pelaporan, pendampingan korban, hingga penguatan layanan perlindungan di tingkat daerah.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Manado, Julinda Legoh,SH, Msi menegaskan bahwa pencegahan KtPA dan TPPO tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta TPPO harus dilakukan secara terpadu. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting agar setiap kasus dapat dicegah sejak dini dan korban mendapatkan perlindungan serta pendampingan yang tepat,” ujar Juinda.

Ia juga menambahkan, DP3A Kota Manado terus berkomitmen memperkuat jejaring layanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar berani melapor jika mengetahui atau mengalami kekerasan.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama, tidak hanya dalam penanganan, tetapi juga dalam edukasi dan pencegahan di lingkungan masing-masing. Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Pertemuan koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan dan penanganan KtPA serta TPPO di Kota Manado, sekaligus memastikan perempuan dan anak mendapatkan ruang yang aman, terlindungi, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber Michael Mait Penatua Anak Sekolah Minggu Sinode GMIM, yang menyampaikan terkait Gereja Ramah Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *