MONITORSULUT,MANADO —-Direktur Utama RSUP Kandou, dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, memaparkan visi, misi, serta keunggulan layanan rumah sakit di hadapan kunjungan kerja Komisi IX DPR RI yang dipimpin oleh Felly Runtuwene.
Dalam forum tersebut, RSUP Kandou ditegaskan sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus teaching hospital yang diharapkan menjadi pusat unggulan pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.
Dirut menjelaskan bahwa penguatan fungsi pendidikan, pelayanan, dan penelitian terus dilakukan secara terintegrasi guna menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara Anggota Komisi IX DPR RI Heru Chayono menyoroti pentingnya keberadaan rumah sakit vertikal seperti RSUP Kandou agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam akses layanan, kualitas perawatan, serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
“Kami ingin rumah sakit ini menjadi hospital best for education, sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Heru.
Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan turut mengemuka. Salah satunya terkait antrean pasien, khususnya di instalasi farmasi (apotek), yang masih dikeluhkan memakan waktu cukup lama.
komisi IX DPR RI menekankan pentingnya peningkatan manajemen pelayanan, termasuk pelatihan sumber daya manusia agar lebih ramah dan responsif terhadap pasien.
Selain itu, isu fasilitas juga menjadi perhatian serius. Kondisi pintu masuk rumah sakit yang dinilai sempit dan area yang padat (crowded) disebut perlu segera dibenahi.
Penataan parkir pun diminta menjadi prioritas agar tidak menyulitkan masyarakat yang datang berobat.
“Jangan sampai masyarakat yang ingin memeriksakan diri justru dipersulit dengan akses masuk dan parkir,” tegas Felly.
Dari sisi pembiayaan, DPR RI juga menyinggung persoalan klaim BPJS Kesehatan, termasuk adanya tunggakan yang disebut mencapai sekitar 26 persen.
Ditekankan perlunya duduk bersama antara pihak rumah sakit dan BPJS untuk memastikan proses klaim berjalan cepat, setara, dan berkeadilan sesuai prinsip layanan kesehatan nasional.
“BPJS harus kuat menopang rumah sakit, dan klaim harus diproses dengan cepat agar pelayanan tidak terganggu,” tambahnya.
Anggota Komisi IX dari Fraksi PKS, Jamal, turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan serta kejelasan visi rumah sakit dalam menjawab kebutuhan pasien.
Ia juga menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem pelayanan yang ada.
Sementara itu, DPR RI juga mendorong agar anggaran yang dialokasikan benar-benar difokuskan untuk kepentingan masyarakat, termasuk peremajaan alat kesehatan (alkes) yang dinilai mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan medis.
Menanggapi berbagai masukan dari Komisi IX DPR RI, Direktur Utama RSUP Kandou, dr. Starry H. Rampegan menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk melalui edukasi berkelanjutan kepada pasien.
Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan dan pencegahan penyakit.
“Kami secara rutin memberikan edukasi kepada pasien, terutama terkait pola hidup sehat, agar tidak hanya berfokus pada pengobatan tetapi juga pencegahan,” ujar Prof. Starry.
Ia menjelaskan, RSUP Kandou memiliki Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Promkes) yang aktif menjalankan berbagai program edukatif bagi masyarakat.
“Melalui Promkes, kami ingin membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka penyakit tidak menular,” tambahnya.
Terkait berbagai catatan dari DPR RI, pihak manajemen RSUP Kandou menyatakan terbuka terhadap evaluasi dan akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan, fasilitas, maupun sistem manajemen, demi memberikan layanan yang semakin optimal bagi masyarakat.
(Yulia)







