Kerja Lintas Sektor Efektif, Kasus Stunting di Sitaro Turun Signifikan

Indeks39 Dilihat

Sitaro, Monitorsulut.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali mencatat capaian positif dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah kasus stunting aktif kini hanya tersisa 14 kasus yang tersebar di enam puskesmas, menandakan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja lintas sektor yang berjalan efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah kampung, kader kesehatan, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan penanganan stunting di wilayah kepulauan tersebut.

“Penurunan ini adalah bukti bahwa kolaborasi dan kerja bersama yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan hasil nyata. Semua pihak terus bergerak melakukan pemantauan, pendampingan, dan intervensi bagi keluarga berisiko stunting,” ujar Bupati dalam berbagai kesempatan.

Adapun sebaran 14 kasus stunting aktif tersebut berada di Puskesmas Minanga sebanyak 3 kasus, Puskesmas Talawid 3 kasus, Puskesmas Sawang 3 kasus, Puskesmas Makalehi 2 kasus, Puskesmas Salili 1 kasus, dan Puskesmas Lia 2 kasus.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sitaro melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) telah menjalankan berbagai program terintegrasi, mulai dari edukasi gizi keluarga, pemeriksaan kesehatan rutin, intervensi gizi spesifik, hingga penguatan program unggulan seperti Sekolah Lansia dan Aplikasi SiHero. Program SiHero sendiri difokuskan pada pencegahan sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sitaro, Evita Janis, menyampaikan bahwa tren penurunan stunting saat ini merupakan indikator positif dari efektivitas intervensi yang dilakukan secara lintas sektor.

“Capaian ini bukanlah akhir, tetapi menjadi momentum penting untuk memastikan Sitaro benar-benar menuju zero stunting. Dengan kerja bersama dan penguatan peran masyarakat, kami optimis kasus yang tersisa dapat diselesaikan dalam waktu dekat,” ujarnya, Jumat (05/12/2025).

Selain intervensi kesehatan, Pemkab Sitaro juga memperkuat edukasi terkait pola asuh anak, sanitasi lingkungan, serta pencegahan infeksi, yang selama ini menjadi faktor pendukung terjadinya stunting. Keterlibatan kader PKK, tenaga gizi puskesmas, dan pemerintah kampung turut mendorong percepatan penurunan angka tersebut.

Dengan hasil yang terus menunjukkan tren positif dan hanya menyisakan 14 kasus stunting pada 2025, Pemerintah Kabupaten Sitaro berharap seluruh elemen masyarakat tetap berkomitmen mendukung upaya bersama demi mewujudkan generasi Sitaro yang sehat, kuat, dan bebas stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *