Akses Obat Lebih Mudah, Pemkab Sitaro Teken Kerjasama Strategis Dengan Kimia Farma

Indeks161 Dilihat

Monitorsulut.com, Sitaro – Kerinduan masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) untuk mendapatkan akses obat-obatan yang lebih mudah akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Sitaro resmi menjalin kerjasama strategis dengan PT Kimia Farma Apotek, sebuah langkah besar yang digadang menjadi solusi atas keterbatasan layanan obat di daerah kepulauan tersebut.

Penandatanganan kerjasama berlangsung di ruang rapat kompeten lantai 2 Kantor Pusat PT Kimia Farma Apotek, Jalan Budi Utomo No.1, Jakarta Pusat, Kamis (25/09/2025). Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, hadir langsung untuk memastikan kebutuhan masyarakat daerahnya mendapat perhatian serius.

Dalam sambutannya, Bupati Chyntia menegaskan bahwa kehadiran apotek Kimia Farma sangat dinantikan warga. Selama ini, masyarakat terpaksa harus menempuh perjalanan laut sekitar 3,5 jam menuju Manado hanya untuk mendapatkan obat-obatan tertentu, terutama obat kronis yang ditanggung BPJS.

“Sebagian besar masyarakat kami adalah peserta BPJS. Namun untuk mendapatkan obat-obatan kronis, mereka harus berangkat jauh ke Manado. Ini memakan waktu, tenaga, dan biaya. Karena itu, hadirnya Kimia Farma sangat penting untuk membantu kami,” ujarnya.

Chyntia juga mengungkapkan bahwa persoalan obat dan layanan kesehatan merupakan isu yang terus dikeluhkan masyarakat. Tidak sedikit warga yang menunda pengobatan akibat kendala akses dan ketersediaan obat.

“Kami bersyukur karena akhirnya ada solusi nyata melalui kerjasama ini. Harapannya, segera ada realisasi agar saya bisa membawa kabar baik bagi masyarakat saya,” tegasnya.

Tak hanya soal pengadaan obat, Pemkab Sitaro juga membuka peluang dukungan logistik untuk distribusi obat Kimia Farma, termasuk pemanfaatan transportasi laut milik daerah agar layanan apotek bisa berjalan lebih efektif.

Dari pihak Kimia Farma, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM PT Kimia Farma Apotek menyampaikan komitmen perusahaan untuk turut menjawab kebutuhan masyarakat Sitaro.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati yang datang langsung. Kami berupaya mempercepat tindak lanjut dari kerjasama ini. Kalau ada keterbatasan, kita bisa bicarakan dan cari solusi bersama,” ujar Dadan.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro mencatat bahwa saat ini hanya terdapat 10 apotek yang melayani lebih dari 70 ribu jiwa yang tersebar di tiga pulau utama:

Siau Barat: 3 apotek

Siau Timur: 4 apotek

Tagulandang: 3 apotek

Kepala Dinas Kesehatan, Evita Janis, menegaskan bahwa jumlah tersebut masih jauh dari ideal untuk wilayah kepulauan.

“Apotek-apotek ini sering kewalahan, apalagi dengan kebutuhan obat kronis. Ketersediaan obat tidak selalu stabil, sementara masyarakat kita cukup banyak,” jelas Evita.

Sementara itu, pengalaman pahit warga masih sering terjadi. Inggrit, warga Kelurahan Paniki, Kecamatan Siau Barat, menceritakan bagaimana ia harus menghubungi kenalan di Manado hanya untuk menebus obat yang tidak tersedia di Sitaro. Setelah itu, ia harus menunggu kapal untuk pengiriman obat ke Siau.

“Sering terjadi obat tidak ada. Kalau beli di Manado pun harus tunggu kapal. Bahkan jam operasional apotek kadang cepat tutup kalau ada acara,” keluhnya.

Karena itu, kerjasama Pemkab Sitaro dan Kimia Farma diharapkan bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghadirkan apotek yang siap menyediakan obat BPJS, layanan kesehatan yang memadai, serta distribusi obat yang lebih mudah bagi masyarakat.

Jika terealisasi penuh, langkah ini akan menjadi jawaban atas kerinduan panjang warga kepulauan akan layanan kesehatan yang lebih dekat, lebih efektif, dan lebih manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *