DP3A Kota Manado Edukasi Pelajar Sekolah PIM Terkait Pencegahan Kekerasan Anak

berita terbaru, Manado12975 Dilihat

MONITORSULUT — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado mengadakan kegiatan edukasi dan sosialisasi perlindungan anak di lingkungan Sekolah PIM, Kamis (2/10).

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman pelajar mengenai hak-hak anak, batasan perilaku yang aman, serta pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) sejak dini.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk Kasat PolPP dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Manado.

Materi yang diberikan sangat komprehensif, meliputi pengenalan berbagai bentuk kekerasan fisik, psikologis, dan seksual, serta penekanan pentingnya penggunaan media sosial secara aman.

Peserta juga diberikan panduan praktis mengenai tata cara melapor bila menjadi korban atau saksi tindak kekerasan, sehingga setiap anak memiliki akses terhadap mekanisme perlindungan yang jelas dan resmi.

“Kami ingin membekali para pelajar dengan pemahaman yang benar tentang batasan perilaku yang aman dan bagaimana mengenali tanda-tanda kekerasan. Sekolah adalah tempat strategis untuk memulai edukasi ini, karena membentuk kesadaran sejak dini sangat penting untuk mencegah kasus KTPA,” ujar salah satu narasumber dari DP3A Kota Manado.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dirancang interaktif. Pelajar diajak berdiskusi, bertanya, dan mempraktikkan langkah-langkah yang dapat mereka ambil ketika menghadapi situasi berisiko.

Pendekatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemampuan anak untuk melindungi diri sendiri dan teman-temannya.

Kasat PolPP menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, pemerintah, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan responsif. Sementara Kepala Kesbangpol menambahkan bahwa edukasi tentang pencegahan kekerasan juga berkaitan dengan pembentukan karakter dan kesadaran sosial generasi muda, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi individu yang peduli dan bertanggung jawab.

DP3A Kota Manado menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian dari strategi preventif yang berkelanjutan. Dengan edukasi berbasis sekolah, diharapkan pelajar tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya, mendorong terciptanya komunitas yang aman dan peduli terhadap perlindungan anak.

Melalui program ini, DP3A berharap Sekolah PIM menjadi contoh bagi sekolah lain di Kota Manado dalam menerapkan pendidikan perlindungan anak, termasuk praktik penggunaan media sosial yang sehat, sistem pelaporan yang jelas, dan kesadaran kolektif untuk mencegah kekerasan dalam segala bentuknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *