Koordinasi Cegah Kekerasan dan TPPO kembali Dilakukan DP3A Manado di Kecamatan Sario

berita terbaru, Manado17983 Dilihat

MONITORSULUT — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado kembali melanjutkan agenda koordinasi lintas sektor, kali ini digelar di Kecamatan Sario, Kamis (21/8).

Pertemuan ini menjadi bagian penting dari peta jalan pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berbasis wilayah, dengan fokus pada pembangunan lingkungan yang aman dan responsif.

Forum yang berlangsung di aula kecamatan ini melibatkan berbagai elemen strategis, termasuk aparat kepolisian setempat melalui Polsek Sario dan TP PKK Kecamatan Sario, serta tokoh masyarakat, tenaga pendidik, dan perwakilan masyarakat sipil. Kolaborasi lintas sektor ini dirancang untuk memperkuat mekanisme pelaporan cepat, edukasi preventif, serta pengawasan berbasis komunitas yang menyasar titik-titik rawan di wilayah perkotaan.

“Setiap wilayah memiliki tantangan tersendiri dalam mencegah kekerasan dan trafficking. Dengan menghadirkan semua pemangku kepentingan di satu forum, kami bisa menyatukan strategi dan langkah konkret agar respon terhadap indikasi kekerasan atau eksploitasi anak lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar salah satu narasumber dari Polsek Sario.

Selain fokus pada koordinasi, pertemuan ini juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui edukasi berkelanjutan.

PKK Kecamatan Sario menyoroti peran keluarga dan lingkungan sekitar sebagai garis depan dalam pengawasan anak-anak, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesadaran kolektif terkait pencegahan KTPA dan TPPO.

DP3A Kota Manado menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah kota untuk menciptakan ruang hidup yang aman bagi anak-anak dan perempuan.

Forum koordinasi seperti ini tidak hanya memperkuat jaringan kerja antarinstansi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keterlibatan aktif dalam upaya pencegahan.

Dengan strategi kolaboratif berbasis wilayah, DP3A berharap kasus kekerasan dan perdagangan orang dapat ditekan, sehingga setiap anak dan perempuan di Kecamatan Sario memiliki hak untuk hidup, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *