MONITORSULUT,MANADO – Perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi memecah persatuan.
Bagi anggota DPD RI Dr. Maya Rumantir, keberagaman justru merupakan bagian dari kekuatan Indonesia yang harus dijaga bersama.
Pesan itu disampaikan Maya saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kantor DPD RI, Sulawesi Utara, Jumat (11/09).
Dalam penyampaiannya, Maya mengajak peserta kembali melihat Indonesia sebagai sebuah rumah besar.
Di dalam rumah itu terdapat masyarakat dengan latar belakang, suku, budaya dan karakter yang berbeda, namun tetap berada dalam satu ikatan sebagai bangsa Indonesia.
“Berbeda tapi tetap satu,” menjadi salah satu penekanan Maya dalam mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Ia kemudian menggunakan gambaran sederhana tentang sebuah keluarga. Suami dan istri dapat melahirkan anak-anak dengan wajah maupun karakter yang berbeda. Bahkan anak kembar sekalipun tidak selalu memiliki kesamaan. Namun, perbedaan tersebut tidak menghilangkan ikatan mereka sebagai satu keluarga.
Menurut Maya, gambaran itu dapat menjadi cermin bagi kehidupan berbangsa. Masyarakat Indonesia datang dari berbagai latar belakang, tetapi tetap berada dalam satu rumah besar bernama Indonesia.
Sulawesi Utara, kata dia, menjadi salah satu daerah yang memperlihatkan betapa kayanya Indonesia dalam keberagaman. Perbedaan antarkelompok maupun daerah semestinya tidak dipandang sebagai sekat, melainkan sebagai bagian dari kekayaan bangsa.
Lebih jauh, Maya mengajak masyarakat mengingat kembali semboyan **Bhinneka Tunggal Ika**. Beragam suku, budaya dan latar belakang tidak boleh menjadi sumber perpecahan.
Indonesia, menurutnya, merupakan satu kesatuan yang terbentang luas dari ribuan pulau, dengan masyarakat yang memiliki keragaman budaya dan identitas.
Ia juga mengaitkan kecintaan terhadap Indonesia dengan keyakinan bahwa tanah air merupakan bagian dari anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama.
“Indonesia milik Tuhan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan Maya ketika menggambarkan kecintaannya terhadap tanah air.
Bagi Maya, pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan pada akhirnya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi harus tercermin dalam cara masyarakat menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan dan mempertahankan keutuhan Indonesia.
