oleh

MKM Dan PAND Hadir Untuk Pertahankan Eksistensi Budaya Minahasa Di Bitung 

MONITOR Sulut – Kehadiran Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM) Wanua Bitung dan dilantiknya Pemangku Adat Negeri Danowudu (PAND) yang baru untuk mempertahan dan merawat eksistensi budaya Minahasa di kota Bitung.

Hal ini ditegaskan Tunduan MKM Wanua Bitung , Tonaas Fabian Kaloh mewakili Tonaas Wangko Umbanua Bitung, Maurits Mantiri yang juga Walikota Bitung saat melantik dan mengukuhkan Pemangku Adat Negeri Danowudu, Kamis 06 Mei 2021 di taman Botanica Resort Danowudu, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.

“Kami para tonaas sekarang ini tidak pintar berkelahi atau bertempur seperti para tonaas tempo dulu, tetapi kami harus menjaga agar budaya minahasa di Bitung tetap eksis dan terpelihara. Itu juga menjadi tanggung jawab kita semua”, ujar Kaloh yang juga anggota DPRD Provinsi Sulut.

Karena itu pula Kaloh berharap agar para pemangku adat yang baru dilantik yang bertugas sampai tahun 2026 agar betul-betul menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab.

Pelantikan dan pengukuhan PAND tersebut bersamaan dengan momentum perayaan HUT ke 113 Negeri Danowudu yang juga turut dihadiri sejumlah tonaas yang tergabung dalam Presidium MKM Wanua Bitung antara lain Julius Ondang Tonaas Tountemboan yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung yang dipercayakan membacakan sambutan Walikota Bitung dan Yefta Ratela Tonaas Pasan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MKM Wanua Bitung, dr Pitter Lumingkewas yang juga Ketua Pakasaan Toulour, Wakil Ketua Pakasaan Toulour Oktaf Kandoli yang juga Kepala Bapenda Kota Bitung, Ketua Pakasaan Tounsawang Ruben Binanggal dan para pengurus MKM lainnya.

Adapun para Pemangku Adat Negeri Danowudu yang dilantik sebanyak 9 orang yakni
Ketua Lodewyk Kiroyan, Sekretaris Terry Lomboan, Bendahara Maxi Kiroyan dan para anggota Yantje Tengker, Meydi Kalangi, James Pinontoan, Verry Kambey, Jefri Lomboan, James Sangian. (wilson)

News Feed