17 Proyek Disiapkan untuk Investor, BI Dorong Potensi Sulut Menjadi Investasi Nyata

MONITORSULUT, MANADO – Sulawesi Utara tidak hanya menawarkan potensi investasi, tetapi mulai memperkuat kesiapan proyek agar peluang tersebut dapat diwujudkan menjadi investasi nyata.

Melalui North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara memperkenalkan portofolio proyek investasi sekaligus memperkuat pendampingan kepada para pemilik proyek (project owner) agar semakin siap berhadapan dengan investor.

Sebanyak 17 proyek baru menjadi bagian dari proses penguatan project owner yang dilakukan BI melalui Regional Investor Relation Unit (RIRU). Proses tersebut mencakup identifikasi, kurasi dan prioritisasi proyek, pemenuhan kriteria clean and clear, hingga penguatan kemampuan inquiry handling, investment pitching, deal-making dan negosiasi dengan calon investor.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan NSIF menjadi bagian dari upaya mempertemukan proyek-proyek potensial di daerah dengan investor yang tepat.

Menurutnya, pengembangan investasi tidak cukup hanya dengan mempromosikan potensi daerah. Proyek yang ditawarkan harus memiliki kesiapan dari sisi legal, teknis, fundamental bankability, model bisnis hingga potensi nilai tambah.

“Ini bukan lagi sekadar mengidentifikasikan potensi, melainkan memastikan bahwa potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi proyek yang siap ditawarkan, dipertemukan dengan investor, tentunya investor yang tepat, dan pada akhirnya dapat direalisasikan untuk memberikan keuntungan bagi semua pihak,” ujar Joko.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan secara menyeluruh oleh RIRU. Pendampingan mencakup penguatan substansi proyek, penyiapan studi dan proposal, site visit, fasilitasi promosi investasi, business matching hingga aftercare dan investor engagement.

Materi NSIF 2026 juga menunjukkan bahwa penguatan investasi berlangsung di tengah kondisi ekonomi Sulawesi Utara yang masih tumbuh positif.

Perekonomian Sulut pada triwulan II 2026 tumbuh 5,42 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Di saat yang sama, pertumbuhan PMTB atau investasi meningkat dari 3,25 persen menjadi 7,12 persen, sedangkan lapangan usaha konstruksi meningkat dari 3,35 persen menjadi 7,63 persen.

Menurut BI, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas investasi dan pembangunan di Sulawesi Utara semakin menguat dan membuka ruang bagi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Portofolio investasi yang dikembangkan juga tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Proyek-proyek strategis tersebar pada sektor perikanan, pariwisata, kawasan industri, air minum hingga kesehatan, menunjukkan peluang investasi Sulut juga berkembang pada infrastruktur dan layanan publik.

Dalam prosesnya, BI juga melakukan kurasi terhadap proyek potensial. Materi NSIF mencatat lima proyek masuk dalam tahap potential project untuk dimaksimalkan kualitasnya sebelum diusulkan sebagai proyek clean and clear dan diperkenalkan dalam berbagai forum promosi investasi.

Selain pengembangan proyek baru, BI juga memberikan pendampingan terhadap proyek yang telah ada, termasuk menjaga hubungan dengan investor, memantau perkembangan proyek serta mendorong peluang ekspansi dan pengembangan proyek baru.

Melalui NSIF 2026, Sulawesi Utara diarahkan untuk tidak berhenti pada promosi potensi, tetapi membangun portofolio proyek investasi yang siap ditawarkan sehingga peluang yang dimiliki daerah dapat memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Sulawesi Utara.