12 Proyek Investasi Sulut Dipresentasikan di NSIF 2026, Investor Diajak Jajaki Kerja Sama

MONITORSULUT, MANADO – Sebanyak 12 proyek investasi potensial Sulawesi Utara dipresentasikan langsung oleh masing-masing project owner dalam rangkaian North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026. Presentasi tersebut dilanjutkan dengan pertemuan satu lawan satu (One-on-One Meeting) bersama calon investor untuk memperdalam peluang kerja sama.

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada 7 Agustus 2026 ini menjadi ruang untuk mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor sekaligus membuka penjajakan investasi yang lebih konkret.

Dalam rilisnya, BI menyebut NSIF 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan Pemprov Sulut dalam mendorong investasi berkualitas. Forum ini juga menjadi wadah promosi bagi proyek-proyek yang telah melalui proses kurasi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan NSIF diarahkan agar investor dapat bertemu dengan project owner yang tepat, membuka dialog serta melakukan penjajakan kerja sama yang konkret.

Menurutnya, proses tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju realisasi investasi yang memberikan nilai tambah dan berkelanjutan bagi Sulawesi Utara.

Rangkaian NSIF 2026 juga menampilkan perjalanan pendampingan investasi yang dilakukan melalui Regional Investor Relation Unit (RIRU) Sulut. Sepanjang 2026, sinergi tersebut diwujudkan melalui Dedicated Team Meeting, North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) hingga NSIF sebagai wadah promosi proyek-proyek yang telah dikurasi kepada calon investor.

Dalam NSIC 2026, tiga proyek ditetapkan sebagai pemenang. Ketiganya yakni Modernization and Development of an Integrated Medical Gas System dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, MBH/Mokupa Integrated Tourism Estate dari DPMPTSP Provinsi Sulawesi Utara, serta Revitalization of Sitaro Masadada Park within The Ulu Park Boulevard.

Selain promosi proyek, forum tersebut juga memperkuat arah pengembangan investasi Sulawesi Utara. Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menyampaikan tiga keunggulan komparatif dan kompetitif daerah yang dinilai siap untuk diakselerasi guna menarik investasi bernilai tinggi.

Ketiga keunggulan tersebut yakni posisi Sulawesi Utara sebagai Gerbang Utama Pasifik (Pacific Gateway), penguatan hilirisasi sektor kelautan, perikanan dan pertanian, serta pengembangan Sulawesi Utara sebagai episentrum industri hijau.

Sementara itu, Direktur Wilayah III Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Abdul Qodir, menyampaikan perkembangan target dan capaian realisasi investasi nasional pada Triwulan II dan Semester I 2026. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal investasi serta menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi investor.

Melalui presentasi proyek dan pertemuan langsung antara project owner dengan calon investor, NSIF 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum promosi. BI dan Pemprov Sulut mendorong agar penjajakan yang terbentuk dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret dan pada akhirnya memperkuat realisasi investasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.