MONITORSULUT——-Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM Hukum) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak aparatur hukum berkarakter Pancasila melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia di wilayah terdampak bencana di Aceh.
Kegiatan yang berlangsung selama 11–24 Januari 2026 tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, para taruna tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga ditempa secara langsung melalui interaksi sosial dan kerja kemanusiaan di lapangan.
Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan sarana penting dalam pembentukan karakter taruna.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami ingin taruna Poltekpin belajar langsung dari masyarakat, menumbuhkan empati, serta menghayati semangat gotong royong sebagai nilai luhur Pancasila,” ujar Gusti Ayu Putu Suwardani.
Sebanyak 119 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Politeknik Pengayoman Indonesia) diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 77 Taruna Jurusan Ilmu Pemasyarakatan dan 42 Taruna Jurusan Keimigrasian, didampingi oleh dosen serta pembina. Para taruna ditempatkan di sejumlah lokasi, di antaranya Lapas Aceh Tamiang, sekolah, dan tempat ibadah, dengan fokus pada kegiatan kemanusiaan sesuai arahan satuan tugas bencana setempat.
Menurut Gusti Ayu, pendidikan kedinasan tidak boleh berhenti pada aspek teknis semata.
“BPSDM Hukum berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berjiwa pengabdian, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Semua itu harus tumbuh melalui praktik nyata di lapangan,” katanya.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, jajaran Poltekpin melakukan koordinasi lintas kementerian sesuai arahan Menteri Hukum, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri dan satuan tugas bencana Aceh.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai mekanisme penanganan bencana dan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
Selama pelaksanaan, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, satuan tugas bencana, serta jajaran pemasyarakatan dan keimigrasian setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan aman dan lancar.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal penting bagi taruna Poltekpin agar kelak menjadi aparatur hukum yang profesional, humanis, serta selalu mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutup Kepala BPSDM Hukum.
(Yulia)







