oleh

Wakili Bupati Wabup Legi Secara Resmi Buka Rakor FKUB Mitra

 

Mitra, MONITORSULUT.com. – Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) secara resmi dibuka Wakil Bupati Mitra, Jesaja Legi, mewakili Bupati James Sumendap, yang dilaksanakan pada Rabu, (15/9)

Wabup Legi dalam sambutannya mengatakan, sangat diharapkan dalam Rakor ini akan dapat melahirkan terobosan yang visioner dalam menjaga kerukunan, karena ini sesuai dengan tujuan FKUB sebagai organisasi untuk menjaga kerukunan beragama.

 

Wakil Bupati Legi juga mengatakan, FKUB juga memiliki peran sangat strategis dan diharapkan menjadi sarana menumbuhkan rasa saling menghormati antar sesama atau toleransi.

 

“FKUB merupakan miniatur kebhinnekaan. Kami berharap melalu kegiatan ini dapat terus melahirkan terobosan yang visioner dan rencana strategis untuk menumbuhkan nilai modernisasi toleransi beragama,” ungkap Wabup Legi.

 

Kegiatan Rakor ini difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mitra, rapat koordinasi FKUB dihadiri oleh Ketua FKUB Sulut, Pendeta Lucky Rumopa, Kaban Kesbangpol Mitra, Phebe Punuindoong, dan undangan lainnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, organisasi ini tidak muncul begitu saja, tapi lahir dari hasil kesadaran bersama bahwa perpecahan dan egoisme golongan akan membawa kehancuran sehingga kerukunan dari hasil inisiatif bersama ini terus hidup.

 

“Komitmen ini diharapkan dapat tertanam kuat sehingga FKUB dapat semakin optimal dan mempertahankan nilai moderasi beragama yang selaras dengan jiwa Pancasila,” ujar Legi.

 

Ditambahkannya, di masa ini menjadi tantangan kehidupan umat beragama agar terus muncul figur atau tokoh agama yang dapat mempersatukan dan merangkul, serta piawai melunakkan perbedaan.

“Umat beragama tidak terjebak dalam pandangan yang ekstrem. Dengan kerja sama yang baik ini maka kita bisa menikmati kehidupan yang harmonis,” kata Legi.

 

Sementara itu, Ketua FKUB Sulut, Lucky Rumopa mengatakan, menjaga kerukunan selalu ditekankan Presiden Joko Widodo dan disampaikan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

 

Koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diharapkan terus dilakukan sehingga dapat meminimalisir segala kemungkinan yang buruk yang berbuntut pada perpecahan.

 

“FKUB diharapkan bukan sekedar mengobati luka, tapi mampu mencegah melalui strategi-strategi untuk menjaga kerukunan. Sebab kerukunan menjadi faktor penting jalannya pembangunan,” ucap Rumopa.

 

Rumopa juga mengatakan, saat ini Sulut masuk peringkat 4 untuk tingkat kerukunan dan semua ini karena ada sinergitas antara tokoh agama dan pemerintah. Berkaitan dengan masa pandemi saat ini, FKUB juga diharapkan dapat berperan dalam penanganan COVID-19 melalui pesan kepada umat untuk menaati protokol kesehatan.

 

“Ini panggilan daripada trilogi kerukunan, yakni kerukunan dalam agama itu sendiri, kerukunan antar agama, dan kerukunan antara agama dan pemerintah, dan di satu sisi pemerintah harus menangani COVID-19 dan sisi lain menjaga kerukunan. Karena itu kita juga harus terus memonitor dan turut mengantisipasi,” ujar Rumopa. (James)

News Feed